FKG

  • PERBEDAAN TINGKAT KERAPATAN PENUTUPAN APEKS PADA PENGISIAN SALURAN AKAR TEKNIK THERMOPLASTIS MENGGUNAKAN SEALER AH 26 DENGAN SEALER ZINC OXIDE EUGENOL (UJI Scanning Electron Microscopy / SEM)

    OLEH :     A.A. Diah Nareswari NPM : 12.8.03.81.41.1.5.013 ABSTRAK   Kegagalan perawatan saluran akar 60% diakibatkan pengisian yang kurang baik. Porositas merupakan salah satu menyebabkan kehilangan kerapatan apikal. Sealer saluran akar digunakan untuk mengisi celah antara bahan obturasi dan dinding saluran akar, sebagai perekat antara bahan obturasi dan dinding saluran akar, serta mengisi saluran akar lateral dan saluran tambahan. Salah satunya adalah sealer AH 26 dan yang lainnya sealer zinc oxide eugenol. Tujuan ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • DAYA HAMBAT EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

    OLEH :   PUTU SHANTI PURNAMA DEWI NPM : 11.8.03.81.41.1.5.015 ABSTRAK   Ketidakseimbangan flora normal dalam rongga mulut dapat menyebabkan infeksi. Salah satu bakteri flora nomal dalam mulut yang dapat menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus aureus. Penanganan penyakit infeksi umumnya menggunakan antibiotik namun dapat menimbulkan resisten maka diperlukan suatu alternatif dengan memanfaatkan bahan alami seperti bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang memiliki efek antibakteri. Kandungan dalam bunga rosella yang berfungsi sebagai antibakteri adalah polifenol dan flavonoid. ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • ANALISIS PERBEDAAN PERHITUNGAN DISKREPANSI MODEL MENGGUNAKAN METODE PENGUKURAN MANUAL DAN APLIKASI COREL DRAW

    OLEH :   NYOMAN TRIANA APRIANDARI 11.8.03.81.41.1.5.028   ABSTRAK   Perawatan ortodonsiamerupakan upaya untuk melakukan koreksi terhadap posisi gigi yang salah, misalnya gigi berjejal, gigi jarang, gigi maju/tonggos atau gigitan terbuka. Posisi gigi yang tidak baik seringkali menyebabkan estetika wajah menjadi kurang menarik dan mengurangi kepercayaan diri seseorang. Ortodonsia merupakan cabang dari ilmu kedokteran gigi yang khusus mempelajari perawatan maloklusi (gigitan yang tidak sesuai) yang terjadi karena adanya ketidakteraturan posisi gigi, atau karena adanya hubungan ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • PRAVALENSI PASIEN YANG MENDERITA TRAUMATIK ULSER DI RSGM FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR PERIODE APRIL 2014-JUNI 2015

    OLEH :   Rah Satya Trisutrisna NPM : 10.8.03.81.41.1.5.001 ABSTRAK   Traumatik ulser adalah bentukan lesi ulseratif yang disebabkan oleh adanya trauma. Traumatik ulser dapat terjadi pada semua usia dan pada kedua jenis kelamin. Lokasinya biasanya pada mukosa pipi, mukosa bibir, palatum, gingival dan tepi perifer lidah. Adapun beberapa faktor penyebab antara lain disebabkan oleh trauma fisik atau mekanik, perubahan thermal, kimia dan radiasi yang mengakibatkan kerusakan jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • PERBEDAAN EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus (L) Merr) KONSENTRASI 70% DAN 100% TERHADAP PENINGKATAN pH SALIVA

    OLEH :   Made Sitra Tresna Laksmi Utami NPM : 12.8.03.81.41.1.5.055 ABSTRAK   Buah nanas (Ananas comosus (L) Merr) merupakan buah yang mengandung zat yang sangat kompleks. Kandungan klor, iodium, fenol dan bromealin di dalam buah nanas diketahui berfungsi sebagai antiseptik dan bersifat bakterisidal. Di dalam rongga mulut, terdapat saliva yang bercampur dengan bakteri dan mempengaruhi derajat keasaman (pH) saliva. Potensial of hydrogen (pH) merupakan suatu cara untuk mengukur derajat asam atau basa ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • PERBEDAAN pH SALIVA ANTARA SETELAH MINUM KOPI DAN MINUM SUSU

    OLEH :   ANDI TENRIANI FITRI NPM : 12.8.03.81.41.1.5.023 ABSTRAK   Saliva adalah suatu cairan mulut yang kompleks terdiri dari campuran sekresi kelenjar saliva mayor dan minor dalam rongga mulut. Dalam melaksanakan fungsi pertahanan, dibutuhkan volume saliva yang cukup dan susunan saliva yang optimal. Volume dan susunan saliva dipengaruhi oleh perubahan derajat keasaman (pH) saliva. Dan salah satu hal yang membuat derajat keasaman (pH) saliva meningkat yaitu stimulasi mekanik, gustatory, olfaktori, atau stimulus farmakologis. ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • EFEKTIFITAS BERKUMUR TEH HIJAU (CAMELLIA SINESIS) DALAM MENGURANGI HALITOSIS

    OLEH : Nasaria Yulianti Neno NPM : 12.8.03.81.41.1.5.057 ABSTRAK   Halitosis adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk menerangkan adanya bau atau odor yang tidak disukai sewaktu terhembus udara, tanpa melihat apakah substansi odor berasal dari oral ataupun berasal dari non-oral. Walaupun penyebab halitosis belum diketahui sepenuhnya, sebagian besar penyebab yang diketahui berasal dari sisa makanan yang tertinggal di dalam rongga mulut yang diproses oleh flora normal rongga mulut. Selain itu terbentuknya ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • PERBEDAAN pH SALIVA PADA PEMAKAIAN MADU MURNI DENGAN PERMEN KARET YANG MENGANDUNG XYLITOL

    OLEH : Euodya Evanggeline Sirait NPM : 12.8.03.81.41.1.5.053 ABSTRAK   Derajat keasaman (pH) saliva merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi proses terjadinya demineralisasi pada permukaan gigi. Saliva normalnya memiliki rentang nilai pH 6,2-7,6 dengan 6,7 sebagai nilai rata-ratanya. Penurunan pH saliva pada level tertentu dapat menyebabkan demineralisasi email dan terjadi karies. Madu mengandung berbagai jenis komponen yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, yaitu karbohidrat, asam amino, mineral, enzim, vitamin dan air. ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • IDENTIFIKASI PRAKIRAAN USIA MELALUI GIGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALQAHTANI DI RSGM FKG UNMAS DENPASAR

    OLEH : Yanuar Retnosari Sutrisno NPM : 12.8.03.81.41.1.5.041 ABSTRAK   Pemeriksaan forensik diperlukan untuk identifikasi prakiraan usia, terutama dalam kasus dimana usia kronologis seorang individu tidak diketahui karena identitas asli tidak ada ataupun adanya indikasi pemalsuan identitas. Prakiraan usia berdasarkan pada gigi geligi seseorang dilakukan jika bahan lain yang diperlukan untuk identifikasi telah rusak, gigi geligi merupakan satu-satunya jaringan yang relatif masih utuh sehingga struktur maupun morfologinya tidak berbeda dengan orang hidup. ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
  • PERBANDINGAN EFEKTIFITAS BERKUMUR AIR REBUSAN TEH HIJAU (Camellia sinensis) DAN JAHE (Zingiber officinale Rosc) TERHADAP PENURUNAN HALITOSIS

    OLEH : Ni Putu Mega Dian Lestari NPM : 12.8.03.81.41.1.5.051 ABSTRAK   Halitosis berasal dari bahasa latin, halitus (nafas) dan osis (keadaan) yang diartikan sebagai bau nafas tak sedap yang keluar dari mulut dan dapat melibatkan kesehatan dan kehidupan sosial seseorang. Volatile Sulfur Compound (VSC) merupakan senyawa gas yang paling bertanggung jawab terhadap timbulkan halitosis. VSC merupakan hasil produksi dari aktivitas bakteri-bakteri anaerob. Teh hijau sejak lama dikenal sebagai bahan untuk membuat minuman. Jahe ...

    Posted at April 16, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment
Page 5 of 6123456