FKIP

PERANAN PRESIDEN B.J. HABIBIE DALAM UPAYA MENYELESAIKAN KONFLIK TIMOR – TIMUR TAHUN 1998 – 1999

Posted at June 14, 2017 | By : | Categories : FKIP,P. Sejarah,Skripsi | 0 Comment

OLEH : NURCHOLIS

10.8.03.51.29.1.5.1266

PROGRAM STUDI SEJARAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

2015


ABSTRAK

Setiap peristiwa ataupun kejadian – kejadian baik yang diorganisir maupun yang tidak di organisir didalamnya terdapat kekuatan politik tertentu yang disebut dengan kekuatan politik. Hal tersebut jika dikaitkan dengan dunia politik di Negara Indonesia, bisa dikatakan sebagai kekuatan politik di Indonesia. Pada skripsi ini penulis mengangkat judul, ” Peranan Presiden B.J. Habibie Dalam Upaya Menyelasaikan Konflik Timor – Timur Tahun 1998 – 1999”. Adapun Permasalahan yang diangkat oleh peneliti adalah: 1). Bagaimana kondisi Timor – Timur selama menjadi bagian wilayah Republik Indonesia, 2). Mengapa terjadi konflik Timor – Timur tahun 1998 – 1999, dan 3). Bagaimana peranan B.J. Habibie dalam menyelesaikan konflik Timor – Timur tahun 1998 – 1999. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pengolahan data secara analisis deskriptif. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah: 1). Untuk mengetahui kondisi Timor – Timur selama menjadi bagian wilayah Republik Indonesia, 2). Untuk mengetahui sebab terjadinya konflik Timor – Timur tahun 1998 – 1999, 3). Untuk mengetahui peranan B.J. Habibie dalam menyelesaikan konflik Timor – Timur tahun 1998 – 1999. Hasil penelitian yang diperoleh dari pemerintahan Habibie memberikan dua opsi bagi rakyat Timor – Timur, yaitu : 1). Untuk tetap bergabung dalam negara kesatuan Republik Indonesia, 2). Menolak otonomi luas dan melepaskan diri dari Indonesia. Situasi krisis multidimensi di Indonesia, adalah faktor yang memperlemah kinerja diplomasi Indonesia saat itu. Terlebih lagi, Indonesia harus menerima kenyataan pahit, bahwa Timor – Timur akhirnya memilih lepas dan merdeka dari Indonesia. Hal ini membuat para pejuang integrasi yang setia kepada Indonesia menjadi kecewa dan marah, hingga terjadi huru – hara dan pembumihangusan di Timor – Timur, disinyalir telah terjadi pelanggaran HAM besar – besaran di propinsi tersebut.

 

Kata Kunci : Peranan, Konflik Timor – Timur Tahun 1998 – 1999.

Lokasi Skripsi : Perpus. Unmas

Kode Skripsi: R/49/FKIP SEJ

Download PDF