Agribisnis

ANALISIS USAHATANI JERUK SIAM DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PETANI ( Studi kasus di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Provinsi Bali )

Posted at January 7, 2017 | By : | Categories : Agribisnis | 0 Comment

OLEH : VINSENSIUS EFRAIN ALUHARIANDU

NIM  12.8.103.41.22.05.2021

  PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MAHASARASWATI

DENPASAR

2016

ABSTRAK

Sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian bangsa Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia berpenghasilan dari bidang pertanian,salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melalui pengembangan subsektor Hortikultura. Tanaman hortikultura meliputi tanaman buah-buahan, sayur-sayuran dan bunga-bungaan. Buah-buahan merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura tahunan, Jeruk Siam merupakan salah satu tanman hortikultura yang dikembangkan di provinsi Bali. Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani,Kabupaten Bangli merupakan salah satu desa penghasil jeruk siam yang  memiliki cita rasa yang enak dan manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui besar penerimaan/revenue dan pendapatan serta R/C rasio usahatani jeruk Siam di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, (2) Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pengalaman bertani, alokasi tenaga kerja dan modal terhadap penerimaan dari usahatani jeruk di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, (3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani dalam pengembangan jeruk Siam di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli R/C rasio adalah singkatan dari return cost rasio atau dikenal sebagai perbandingan (nisbah) antara penerimaan dengan biaya.  R/C rasio dapat dihitung dengan Total penerimaan dibagi Total Biaya Rata-rata penerimaan usahatani jeruk di Desa Bayung Gede adalah Rp.59.300.000/UT   atau Rp.85.950.000/ha,  dengan rata-rata biaya Rp.13.560.230/UT (luas lahan 69 are) atau Rp.19.652.600/ha. Dengan demikian  rata-rata  pendapatan    usahatani jeruk adalah sebesar Rp.44.263.770/UT atau Rp.64.158.300/ha dengan   RC rasio 3.94

Kata kunci :Usahatani, Penerimaan, pendapatan, Hortikultura

 

Lokasi Skripsi : Perpus. Unmas

Kode Skripsi: R/20/FP AGRIBISNIS

Download PDF