FT

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI KENDARAAN PENGUMPAN BUS TRANS SARBAGITA (STUDI KASUS:TRAYEK PENGUMPAN I, II – BADUNG)

Posted at January 5, 2017 | By : | Categories : FT | 0 Comment

OLEH : ANGGRENI GHONA MILLA

NPM: 09.8.103.78.43.0.5.768

 FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MAHASARASWATI

DENPASAR

2016

 

ABSTRAK

 

Dasar pelaksanaan trayek Pengumpan Trans Sarbagita Kabupaten Badung  adalah melalui kesepakatan bersama antara Kementrian Perhubungan RI dengan Pemerintah Kota Denpasar, Pemkab.Badung, Gianyar, dan Tabanan pada tanggal 6 Desember 2010 tentang perencanaan, pembangunan, pengembangan dan peningkatan pelayanan sistem angkutan umum. Kegiatan trayek pengumpan Trans Sarbagita di kabupaten Badung bersumber pada APBD Perubahan Kabupaten Badung tahun anggaran 2011. Pelelangan telah dilaksanakan sesuai PERPRES No.54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa dan ditetapkan sebagai pemenang lelang adalah CV. Wisata Buana. Analisis Kelayakan Inevestasi Kendaraan Pengumpan Bus Trans Sarbagita Trayek I dan Trayek II- Badung, bertujuan untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan oleh pihak pengelolah kendaraan perngumpan dalam hal ini CV. Wisata Buana layak atau tidak. Untuk menghitung kelayakan investasi tersebut perlu diketahui Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang dihitung menggunakan Metode PCI 1988 dan diperoleh biaya Rata-rata Kendaraan Pengumpan Trayek I dan Trayek II per 14 Kendaraan per tahun adalah Rp.3.518.078.891,00.  Perhitungan Analisis Kelayakan Investasi yang dilakukan mengunakan beberapa metode yaitu Metode Net Present Value (NPV), metode Internal Rate of Return (IRR), metode Benefit Cost Ratio (BCR), dan Metode Payback Period (PBP).  Dan hasil yang didapatkan adalah : 1. NPV Investasi setelah pajak pada suku bunga 15%/tahun dengan Umur Rencana 7 tahun = Rp.11.403.077.000,00 > 0, maka investasi tersebut layak secara finansial. 2. Dengan cara interpolasi untuk mendapakan nilai NPV = 0 antara suku bunga 15% & 55% didapatkan IRR setelah pajak = 54,85%.  IRR = 54,84% > MARR (Minimum Atractive Rate of Return) yang ditetapkan 15%, sehingga Investasi tersebut layak secara finansial.  3. BCR Investasi setelah pajak pada suku bunga 15%/tahun dengan Umur Rencana 7 tahun = 1,50 > 1, maka investasi tersebut layak secara finansial.  4. PBP Investasi setelah pajak dengan Umur Rencana 7 tahun adalah 3 tahun,  maka investasi tersebut layak secara finansial.  Dari hasil perhitungan dengan ke empat metode yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa investasi yang dilakukan oleh pihak pengelolah kendaraan pengumpan (CV.Wisata Buana) layak secara finansial. Dalam skripsi ini dihitung pula Load Factor kendaraan pengumpan Trayek I dan Trayek II yaitu didapatkan Load Factor rata-rata kendaraan pengumpan Trayek I Tanjung Benoa-GWK = 9,5 % dan Load Factor rata-rata kendaraan pengumpan Trayek II Kelan-Uluwatu = 9,6%.

 

Kata Kunci : Kendaraan Pengumpan, Biaya Operasional Kendaraan, Load Factor, Analisis Kelayakan Investasi.

 

 

Lokasi Skripsi : Perpus. Unmas

Kode Skripsi: R/21/FT

Download PDF