FT

PERENCANAAN PENANGANAN ABRASI PANTAI KUBUTAMBAHAN DI KABUPATEN BULELENG

Posted at January 5, 2017 | By : | Categories : FT | 0 Comment

OLEH : I NYOMAN UNDAYANA

NPM : 11.8.103.71.43.0.5.827

 FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MAHASARASWATI

DENPASAR

2016

 

 ABSTRAK

 

Pantai Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng dengan panjang pantai ± 5 km, terbentang dari ujung barat Tukad Daya sampai dengan di ujung timur Tukad Menengan. Pantai ini dimanfaatkan untuk tempat upacara keagamaan, tempat rekreasi dan tambatan perahu nelayan. Pantai Kubutambahan telah mengalami erosi sampai sekarang dan akan mengancam rumah, tempat suci dan sawah milik penduduk. Upaya penangulangan sebelumnya dengan membangun revetmen yang bersifat kaku tidak mampu menahan gelombang yang terjadi. Dengan adanya hal tersebut, maka pemerintah kembali membangun perlindungan pantai dengan revetment yang flexsibel berupa batu andesit. Kajian ini dilakukan untuk menentukan alternatif bangunan pengaman pantai yang sesuai serta efektif dan efisien. Dalam merencanakan pengaman pantai data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data hasil penelitian dari instansi terkait dan data angin yang diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Dalam perencanaan ini menggunakan analisis kecepatan arah angin,  perhitungan fetch efektif, peramalan gelombang, periode ulang gelombang, analisis gelombang pecah dan analisis angkutan sedimen. Perhitungan fetch efektif dalam perencanaan ini digunakan untuk menentukan daerah pembentukan gelombang. Periode ulang gelombang menggunakan tiga metode yaitu Fisher Tippet I, Weibull, Gumbel. Sedangkan dalam menentukan berat batu dan jumlah batu digunakan rumus Hudson. Dari hasil analisis diperoleh gelombang dominan berasal dari arah timur dan barat. Di pantai Kubutambahan terjadi angkutan sedimen sebesar 236882,010 m3 /tahun dimana arah angkutan sedimen menyusuri pantai serta supply sedimen tidak signifikan sehingga mengakibatkan mundurnya garis pantai. Penanganan Abrasi di Pantai Kubutambahan berdasarkan skala prioritas yaitu di tempat masyarakat melasti, pura, rumah dan sepanjang sawah milik penduduk. Sehingga perencanaan penanganan abrasi di pantai Kubutambahan adalah dengan membangun revetment yang flexsibel.

 

Kata kunci: gelombang, abrasi, revetment.

 

Lokasi Skripsi : Perpus. Unmas

Kode Skripsi: R/18/FT

Download PDF