Laporan Penelitian

Model Penanggulangan Erosi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam Upaya Konservasi Tanah dan Rehabilitasi Lahan Kritis di Bali

Posted at December 20, 2016 | By : | Categories : Laporan Penelitian | 0 Comment

Nama Peneliti Utama dan Anggota

Ir I Dewa Nyoman Raka, MP
NIDN 013095805
Ir I Made Nada, MSi,
NIDN. 030116301
of. Dr, Ir. IGN Alit Wiswasta, MP
NIDN. 024125300
Ir. I Ketut Widnyana, M.Si
NIDN.0815046401

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

2014/2015

 

RINGKASAN

Pengelolaan dan pengembangan sumber daya alam (SDA) diarahkan untuk mempertahankan keberadaan dan keseimbangan yang dinamis melalui berbagai usaha perlindungan, rehabilitasi dan pemeliharaannya. Pemanfaatan SDA utamanya tanah dan air yang kurang bijaksana dapat menimbulkan gangguan terhadap ekosistem antara lain terganggunya tata air daerah aliran sungai (DAS) yang berakibat terjadinya erosi, sedimentasi banjir dan kekeringan yang merupakan ancaman bagi hidup dan kehidupan masyarakat sekitarnya. Kerusakan lahan banyak terjadi pada lahan kering terutama pada lahan kering yang ditanami tanaman pangan dan perkebunan rakyat. Kerusakan terjadi antara lain karena lahan kering terbuka oleh pengolahan tanah, pembakaran, penyiangan dan penggembalaan sehingga tanah mudah tererosi dan longsor.Erosi dan banjir dapat menurunkan kualitas dan kuantitas SDA dan air sehingga produktivitas sumber daya tersebut menjadi semakin menurun.

Berdasarkan hasil observasi awal, lokasi penelitian DAS Tukad Sumaga luasnya 1.694 Ha dengan penggunaan lahan berupa sawah 472 Ha (27,87 %), perkebunan 64 Ha (3,78 %), tegalan/ladang 470 Ha (27,70 %), semak belukar 145 Ha (8,56 %), hutan negara 529 Ha (31,23 %) dan pemukiman 14 Ha (0,83 %). DAS Tukad Sumaga melalui 5 desa meliputi Desa Celukan Bawang, Desa Tukad Sumaga, Desa Banjar Asem, Desa Kalisada, dan Desa Pangkung Paruk. Penelitian dilaksanakan di DAS Desa Tukad Sumaga karean penggunaan lahan belum menerapkan usaha-usaha konservasi tanah dan belum mempertimbangkan klas kemiringan lereng, sedangkan di kawasan hutan keadaan lahannya banyak terjadi perambahan oleh masyarakat.

Penelitian awal pada tahun pertama dilakukan survei wilayah dan pemetaan wilayah yang menyangkut penggunaan lahan dengan metode Geographic Positioning System (GPS) dengan perangkat Geographic Information System (GIS), kondisi lahan DAS Tukad Sumaga mengenai lereng, kemiringan, struktur dan tekstur tanah, lahan bervegetasi dan lahan tanpa vegetasi, curah hujan dan intensitas hujan,sehingga diperoleh berbagai jenis peta dan gabungan peta kondisi lahan DAS Tukad Sumaga. Penelitian lanjutan pada tahun kedua meliputi pemanfaatan dan peruntukan lahan, pembuatan model pengendalian Erosi dan penanggulangan DAS sebagai upaya konservasi tanah dan rehabilitasi lahan kritis di Bali

Keyword: DAS Tukad Sumaga, erosi, konservasi tanah, rehabilitasi lahan kritis

Download Full PDF