Laporan Penelitian

Perakitan Konsorsium Biofertilizer Biopestisida dari Pseudomonas spp., Bacillus sp. dan Mycoriza dalam Pengelolaan Pertumbuhan Tanaman Solanaceae

Posted at December 20, 2016 | By : | Categories : Laporan Penelitian | 0 Comment

TAHUN KE I DARI RENCANA 2 TAHUN

Nama Peneliti Utama

Ir. I Ketut Widnyana, M.Si
NIDN.0815046401

Anggota peneliti:

Ir. Ni Putu Pandawani, M.Si

NIDN. 0023125911

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

DESEMBER 2014

 

RINGKASAN

Penelitian dilaksanakan selama 2(dua) tahun, bertujuan untuk mendapatkan formulasi yang terbaik dari kinerja yang sinergis spesies bakteri dari kelompok Pseudomonas Spp., Bacillus Spp, dan jamur Mycoriza, yang dapat berfungsi secara optimal sebagai penyubur (biofertilizer), sebagai sarana pengendali hayati (bioprotectan), memperluas daya serapan air dan nutrisi akar tanaman solanaceae, sekaligus mampu memacu ketahanan tanaman (induced systemic resistance (ISR) sehingga dapat mengndalikan penyakti layu Fusarium dengan harapan dapat menekan pemakaian pupuk dan pestisida sintetis.

Eksplorasi untuk mendapatkan bakteri Baccilus spp sudah dilakukan pada berbagai rizosfere tanaman Leguminoseae dan solanaceae di sekitar pulau Bali dan dilanjutkan dengan isolasi Laboratorium pada media NA dan sudah mendapatkan 3 isolat murni yaitu BS1, BS2, BS3, dan BS4. Pseudomonas spp. yang digunakan dalam penelitian ini sudah terbukti cukup efektif dan merupakan hasil penelitian sebelumnya yang didanai dengan dana Dikti, isolat tersebut adalah Pseudomonas alcaligenes KtS1, TRN2, dan P.alcaligenes TmA1. Isolat bakteri tersebut efektif sebagai penyubur (biofertilizer) dan berfungsi sebagai pengendali hayati (bioprotectan). Mycoriza akan didapatkan dari kampus IPB, Bogor dan juga dari PT. ANTAKOWISENA dengan produk komersial Mycogold. Uji kemampuan sebagai biopestisida dari Bacillus spp. diawali dengan uji antagonistik terhadap patogen penyakit layu Fusarium pada tanaman solanaceae sampai mendapatkan (2) dua isolate dengan daya antagonis terbaik. Pengujian dilanjutkan di rumah kaca dengan membuat formulasi dari gabungan ketiga jenis mikroba; dan selanjutnya di lapangan untuk mengetahui kemampuan konsorsium kikroba terdsebut dalam menekan penyakit layu dan dalam memacu pertumbuhan serta ketahanan tanaman tomat dan cabai. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan cabai, kandungan total fenol dan asam salisilat jaringan tanaman tomat dan cabai

Fokus dari penelitian ini adalah rizobakteria dari kelompok Pseudomonas Spp dan Bacillus sp. dan jamur Mycoriza. Rizobakteri difokuskan pada bakteri yang bermanfaat secara langsung sebagai biofertilizer dan biostimulan secara tidak langsung juga berfungsi dalam pengendalian mikroorganisme pathogen dengan reaksi antagonistic melalui pembentukan siderophores, komponen antimikroba (antibiotic) dan berpotensi sebagai agensia dalam Induced systemic resistance (ISR). Disamping itu jamur Mycoriza berasosiasi dengan akar untuk memperluas jangkauan serapan akar terhadap air dan nutrisi

Download Full PDF