Laporan Penelitian

Dukungan Masyarakat dan Daya Dukung Biofisik Terhadap Keberhasilan Pelaksanaan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah di Daerah di Sekitar Mata Air Pada Lahan Marginal Bali Timur

Posted at December 20, 2016 | By : | Categories : Laporan Penelitian | 0 Comment

Nama Peneliti Utama dan Anggota


DR. Ir. I Gusti Ngurah Alit Wiswasta, MP

Ir. I Ketut Widnyana, M.Si

Ir. I dewa Nyoman Raka, MP

Ir. I Made Budiasa

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

DESEMBER 2009

 

RINGKASAN

Lahan marginal atau lahan kritis dapat terjadi karena beberapa hal seperti : curah hujan yang sangat rendah, tanah terbuka tanpa vegetasi dengan topografi atau kemiringan yang cukup tinggi, tanah bekas galian tambang, tanah dengan struktur dan tekstur yang tidak seimbang, lahan dengan lapisan permukaan tanah yang dangkal. Petani yang tidak dapat bercocok tanam karena lahannya marginal atau kritis, selain penghasilannya berkurang, pengeluarannya bertambah banyak untuk merehabilitasi lahannya yang tidak produktif tersebut. Dewasa ini pemerintah telah menggalakkan upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah seperti penghijauan dan reboisasi. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mempertahankan kesuburan tanah, memulihkan lahan kritis, memperbaiki tata air dan membina perilaku masyarakat, sehingga sumberdaya alam hutan, tanah dan air dapat berdaya guna dan berhasil guna bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. Akan tetapi fakta menunjukan luas lahan kritis ada kecendrungan semakin
meningkat.

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) memperoleh Model Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) yang efektif dan efisien untuk menanggulangi lahan marginal/kritis di Bali Timur, (2) membuat bahan kampanye ke masyarakat berupa Leaflet dalam upaya menanggulangi lahan kritis, (3) membuat bahan ajar yang terkait konservasi untuk kalangan mahasiswa.

Penelitian dilaksanakan di lahan marginal/kritis di daerah Bali Timur meliputi Kecamatan Kintamani, Kecamatan Abang, dan Kecamatan Kubu. Penelitian ini adalah penelitian field experiment, laboratorium dan survei, pengambilan sampel dilakukan di 30 desa yang memiliki kawasan lahan kritis terluas secara purposive sampling. Data aspek sosial, yaitu dukungan masyarakat diperoleh dari responden yang ditentukan secara cluster sampling. Data daya dukung biofisik yang dikumpulkan adalah mencakup curah hujan dan intesitas hujan, topografi yaitu panjang dan kemiringan lahan, sifat tanah yaitu kemantapan agregat tanah, jenis struktur dan tekstur tanah serta kedalaman tanah.

Hasil Penelitian menemukan dukungan masyarakat yang ditinjau dari aspek sosial ekonomi terhadap tindakan RLKT di daerah sekitar mata air pada lahan marginal di Bali Timur menunjukkan 17,83% termasuk dalam kategori sangat kuat, 56,00 % dalam katagori kuat, 16,33% sedang dan 7,00 % dalam kategori kurang dan hanya 2,84% dalam kategori sangat kurang. Faktor karakteristik masyarakat yang mempunyai hubungan nyata dengan tindakan RLKT adalah umur, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan luas pemilikan lahan.

Daya dukung biofisik menemukan bahwa rerata curah hujan di wilayah Kubu mencapai 1.233 mm per tahun dengan rerata bulan kering mencapai 6 bulan, di wi1ayah Abang curah hujan 1.481 mm per tahun dengan rerata bulan kering 5-6 bulan, dan di wilayah Kintamani rerata curah hujan 1.796 mm per tahun dengan rerata bulan kering 6 bulan. Kepekaan erosi tanah daerah penelitian berkisar agak tinggi sampai tinggi. Penggunaan lahan didominasi oleh penggunaan tegalan dan kebun campuran, dan di bagian/daerah berlereng curam didominasi oleh semak belukar, dan berdasarkan hasil matching/mencocokkan antara kualitas lahan dengan persyaratan tumhuh tanaman yang dievaluasi, kesesuaian lahan aktualnya tergolong tidak sesuai sampai sesuai bersyarat, sedangkan secara potensial dari cukup sesuai, sesuai bersyarat sampai tidak sesuai.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas maka untuk keberhasilan tindakan RLKT di daerah sekitar mata air pada lahan marginal di Bali Timur maka dalam pemilihan jenis komoditas yang dipilih adalah jenis tanaman yang diperkirakan paling mendekati kesesuaian secara agroekologi, serta paling banyak dan telah biasa dikembangkan oleh penduduk setempat serta mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi.

Download Full PDF