Laporan Penelitian

Bioteknologi Biofertilasi Untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Merginal di Kabupaten Karangasem dengan Pupuk Kandang Kascing dan Mikoriza

Posted at December 20, 2016 | By : | Categories : Laporan Penelitian | 0 Comment

Nama Peneliti Utama dan Anggota


DR. Ir. I Gusti Ngurah Alit Wiswasta, MP

Ir. I Ketut Widnyana, M.Si

Ir. GAG Eka Martiningsih, M.Si

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

MARET 2008

 

BAB I PENDAHULUAN

Dengan berkurangnya lahan produktif di Bali akibat berkembangnya sektor industri pariwisata, perumahan dan peruntukan lainnya, maka produksi pertanian khususnya pangan akan semakin berkurang. Salah satu alternatif untuk menambah produksi pangan adalah dengan meningkatkan potensi lahan kering atau lahan marginal yang memiliki kendala kesuburan tanah yang rendah dan ketersediaan air yang terbatas. Pengembangan lahan marginal khususnya peningkatan kesuburan tanah lahan marginal seyogyanya dilakukan dengan tujuan meningkatkan efisiensi usaha tani dalam suatu sistem yang telah berlaku dengan mempertimbangkan kendala – kendala yang ada seperti ketersediaan pupuk, harga pupuk , distribusi pupuk dan lain – lain ( Suprapto dkk, 2000). Lebih lanjut dinyatakan bahwa lahan kering adalah wilayah lahan yang dibudidayakan tanpa penggenangan air baik secara permanen maupun musiman dengan sumber air hujan atau irigasi teknis. Sedangkan lahan marginal adalah lahan bermasalah dari segi kesuburannya yang meliputi kesuburan fisik, kimia dan biologi dan juga dari segi faktor iklim seperti curah hujan yang rendah.

Kabupaten Karangasem dengan luas wilayah 83.954 Ha. Hanya memiliki lahan sawah beririgasi teknis seluas 7.059 Ha. (8,41 %) dan lahan kering paling luas di daerah Bali bagian timur yaitu seluas 76.868 Ha. (91,56 %). Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 kecamatan dan dari 8 kecamatan yang ada tersebut, kecamatan Kubu dan kecamatan Abang memiliki lahan kering terluas yaitu masingmasing seluas 23.472 Ha. dan 12.658 Ha., selanjutnya disusul dengan kecamatan Rendang seluas 9.987 Ha., kecamatan Karangasem seluas 7.817 Ha., kecamatan Selat seluas 7.200 Ha., kecamatan Bebandem seluas 7.127 Ha., kecamatan Manggis seluas 6.395 Ha., dan kecamatan Sidemen seluas 2.2123 Ha. Lahan kering bermasalah (marginal) dari segi kesuburan dan curah hujan yang rendah sebagian besar ditemukan di kecamatan Kubu, Abang, dan Karangasem (Bappeda Karangasem dan Puslit Teknologi dan Seni UNUD, 2003). Secara agroekosistem lahan kering mempunyai karakter lebih labil dibandingkan lahan sawah. Secara umum beberapa 5 karakteristik lahan kering adalah topografi umumnya tidak datar, rentan terhadap erosi, system usahatani beragam sehingga agak sulit dalam pengelolaan lahan, ketergantungan terhadap iklim sangat besar, unsure hara terbatas.

Download Full PDF