P2WL

Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan (P2WL)

IDENTIFIKASI PEMETAAN LAHAN KRITIS DAS PAKERISAN BERBASIS PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK DAYA DUKUNG LAHAN BERKELANJUTAN

Posted at August 11, 2016 | By : | Categories : P2WL | 0 Comment

ADE SUPRIATNA

14.8.103.35.101.0239

PROGRAM STUDI PERENCANAAN PEMBANGUNAN WILAYAH DAN PENGELOLAAN  LINGKUNGAN (P2WL)

KONSENTRASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

ABSTRAK

 

Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai Pakerisan yang secara administrasi terletak di 2 (dua) wilayah kabupaten yaitu : Kabupaten Bangli seluas 1.851,83 hektar (20,37 %) dan Gianyar seluas 7.240,06 hektar (79,63 %). Kabupaten Bangli terdiri dari 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Kintamani seluas 561,00 hektar dan Susut  seluas 1.290,83 hektar. Kabupaten Gianyar terdiri dari 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Blahbatuh seluas 2.493,46 hektar, Gianyar seluas 2.801,62 hektar dan Tampaksiring seluas 1.944,98 hektar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan di daerah aliran sungai DAS Pakerisan. Penentuan tingkat kekritisan lahan dilakukan dengan penilaian terhadap parameter penentu lahan kritis, seperti penutupan dan produktivitas lahan, kemiringan lereng, erosi, dan pengelolaan lahan dengan metode skoring. Tingkat bahaya erosi dihitung dengan menggunakan rumus Universal Soil Loss Equation (USLE).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi yang terjadi pada DAS Pakerisan yaitu sangat ringan (SR) sebanyak 38 seluas 4.654,69 ha (51,19 %), ringan (R) sebanyak 44 unit lahan seluas 3.243,54 (35,68 %), sedang (S) sebanyak 15 unit lahan seluas 1.022,29 ha (11,24 %) dan berat (B) sebanyak 3 unit lahan seluas 171,97 ha (1,89 %). Tingkat kekritisan lahan di Daerah Aliran Sungai Pakerisan terdiri dari tidak kritis seluas 5.653,99 ha (62,19 %), potensial kritis seluas 1.951,67 ha (21,47 %) dan agak kritis seluas 1.486,23 ha (16,35 %).

Untuk menghindari terjadinya peningkatan tingkat kekritisan lahan di DAS Pakerisan, dan dalam upaya untuk tetap menjaga daya dukung lahan yang berkalanjutan maka upaya nyata dari para pihak terkait baik pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat diperlukan. Sehingga diharapkan dengan adanya upaya tersebut maka DAS Pakerisan dapat terjaga kelestarianya dan dapat dipertahankan sebagai kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD).

 

Kata kunci: daerah aliran sungai, tingkat kekritisan lahan, tingkat bahaya erosi

 

Download PDF