FKG

EFEKTIVITAS EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO

Posted at July 15, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment

OLEH :

 

A.A.ISTRI DWI CESARIANTI

NPM : 12.8.03.81.41.1.5.028

Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian dari tenaga kesehatan. Kelainan periodontal yang umum terjadi adalah periodontitis dan abses dimana Staphylococcus aureus menjadi salah satu bakteri penyebab kelainan tersebut. Staphylococcus aureus menginfeksi jaringan tubuh yang menyebabkan timbulnya penyakit dengan tanda-tanda yang khas seperti nekrosis, peradangan dan pembentukan abses. Tingkat resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik yang paling sering digunakan sudah mencapai angka presentase yang tinggi. Temulawak sering digunakan masyarakat sebagai terapi herbal. Rimpang temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpenoid dan glikosida lebih dominan dibanding tannin, saponin, dan steroid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah efek antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorium post-test design group secara in vitro dengan uji antibakteri Kirby Bauer pada konsentrasi 30%, 45%, 60% dan control negatif etanol serta kontrol positif Vancomycin 30µg (BBL 231632). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi temulawak 45% memiliki zona inhibisi yang lebih kecil yaitu 5,83 mm sedangkan Vancomycin 30µg (BBL 231632) memiliki zona inhibisi yang paling besar dengan zona inhibisi rata-rata 16,83 mm. Penggunaan konsentrasi 60% yang dinilai tidak jauh berbeda dengan efek yang dihasilkan 30% membuat peneliti mengambil kesimpulan bahwa konsentrasi 30% sebagai konsentrasi minimal yang mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus secara optimal yang sama efektifnya dengan konsentrasi 60%. Kesimpulannya bahwa ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

 

Kata kunci: Ekstrak temulawak, Staphylococcus aureus , antibakteri.

 

 

Download PDF