FKG

PERBANDINGAN ROKOK ELEKTRIK DAN ROKOK NON ELEKTRIK TERHADAP HALITOSIS

Posted at July 15, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment

OLEH :

 

I GustiAgung Ayu Putri Wulandari

NPM : 12.8.03.81.41.1.5.015

Halitosis adalah bau nafas yang tidak sedap. Halitosis terutama adalah hasil dari fermentasi anaerobic partikel makanan oleh bakteri gram negative di dalam mulut yang menghasilkan senyawa belerang atsiri seperti hydrogen sulfide dan merkaptan metil. Halitosis dapat diukur dengan menggunakan Halimeter. Rokok adalah salah satu bentuk olahan dari tembakau yang dibakar dan dihisap. Rokok elektrik adalah adalah rokok yang terbuat dari bahan elektrik. Rokok ini memiliki asap serta rasa yang seperti rokok biasanya. Namun yang membedakan yaitu rokok yg satu ini tidak mempunyai racun seperti rokok konvensional. Sebelum mengkonsumsinya, Anda dapat mengatur takaran nikotin rokok ini sesuka hati. Berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi rokok elektrik dan rokok non elektronik. Rokok elektrik dan rokok non elektrik mempunyai kandungan nikotin dan tar yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan halitosis antara perokok elektrik dan perokok non-elektrik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pedekatan cross sectional, di mana subjek penelitian berjumlah 60 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 30 orang kelompok perokok elektrik dan 30 orang kelompok rokok non elektronik. Pengukura halitosis dilakukan setelah subjek penelitian menghisap rokoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan, yaitu nilai sig. sebesar 0.001< 0.05. Kesimpulannya adalah merokok menggunakan rokok non elektrik meningkatkan halitosis yang lebih tinggi dibandingkan dengan merokok menggunakan rokok non elektrik.

Kata Kunci: Halitosis, Rokok Elektrik, Rokok Non Elektrik

 

Download PDF