FKG

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS BERKUMUR AIR REBUSAN DAUN SIRIH (Piper betle Linn) DENGAN AIR REBUSAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) TERHADAP PENURUNAN HALITOSIS

Posted at July 15, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment

OLEH :

 

Putu Pradnyana Praba Prasetyawati

NPM : 12.8.03.81.41.1.5.017

Salah satu permasalahan di masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut adalah bau mulut atau yang biasa dikenal halitosis. Di kalangan medis, halitosis dapat memberikan dampak negatif bahkan dapat memicu timbulnya stres. Tanaman herbal dipercaya mampu memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Diantaranya adalah daun sirih yang diketahui memiliki efek antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri dan juga temulawak yang memiliki kandungan kurkumin, protein, pati, dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri, antikanker, antitumor dan antiradang, serta mengandung antioksidan dan hipokolesteromik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas setelah berkumur dengan air rebusan daun sirih (Piper betle Linn.) dan air rebusan temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) terhadap penurunan halitosis. Metode analisis yang digunakan adalah Paired sampel T-Test untuk analisis perbandingan pre test dan post test pada 60 sampel yang dibagi 2 kelompok. Hasil uji menunjukkan nilai P < 0,05 sehingga ada perbedaan yang signifikan antara kelompok yang berkumur rebusan daun sirih dan kelompok yang berkumur dengan rebusan temulawak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berkumur menggunakan air rebusan daun sirih lebih efektif untuk mengurangi halitosis dibandingkan dengan berkumur dengan menggunakan air rebusan temulawak.

 

 

Kata Kunci :    Air rebusan daun sirih, Air rebusan temulawak, Halitosis

 

Download PDF