FKG

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS BERKUMUR-KUMUR MENGGUNAKAN PERASAN AIR LEMON (Citrus limon) DAN LARUTAN CHLORHEXIDINE TERHADAP PENURUNAN HALITOSIS

Posted at July 15, 2016 | By : | Categories : FKG | 0 Comment

OLEH :

 

 

I Kadek Hadi Yudikayana

NPM : 12.8.03.81.41.1.5.069

Halitosis berasal dari kata “Halitos” yang berarti nafas dan “Osis” yang berarti kondisi tidak normal. Halitosis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bau tidak sedap yang berasal dari rongga mulut. Penyebab utama halitosis adalah senyawa Volatile Sulphur Compound (VSC) dan metil merkaptan merupakan komponen VSC yang paling dominan menyebabkan halitosis. Jeruk lemon (Citrus limon) sudah lama dikenal sebagai obat yang biasa digunakan sebagai obat herbal tradisional, selain itu juga dikenal sebagai bahan untuk membuat minuman dan penyedap masakan. Chlorhexidine merupakan suatu biguanide kation dengan kelarutan air sangat rendah. Chlorhexidine digluconat yang mudah larut air digunakan dalam formulasi dasar air sebagai antiseptik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas berkumur-kumur menggunakan perasan air lemon dan larutan chlorhexidine terhadap penurunan halitosis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dimana subjek penelitian berjumlah 60 orang, dibagi menjadi dua kelompok yaitu 30 orang kelompok kumur menggunakan  perasan air lemon dan 30 orang kelompok kumur menggunakan larutan chlorhexidine. Pengukuran tingkat halitosis pada semua sampel dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan, yaitu nilai sig. sebesar 0.038 < 0.05. Kesimpulannya adalah kumur menggunakan larutan chlorhexidine lebih efektif untuk menurunkan halitosis dibandingkan dengan kumur perasan air lemon.

Kata Kunci: Halitosis, Lemon, Chlorhexidine         

 

Download PDF