Karya Ilmiah

MESIODENS

Posted at May 31, 2016 | By : | Categories : Karya Ilmiah | 0 Comment

Oleh :

Drg. Norman Hidajah, M.Biomed

 

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

DENPASAR

2015

PENDAHULUAN

Dalam dunia kedokteran gigi seringkali ditemukan adanya kelainan pada gigi dan rongga mulut. Salah satu dari banyak kelainan tersebut dapat terjadi pada tahap pertumbuhan dan perkembangan gigi, seperti pada fase formatif pada pembentukan elemen gigi dapat terjadi gangguan yang dikarenakan faktor endogen dan eksogen dan faktor idopatik atau faktor yang tidak diketahui yang bisa saja menyebabkan adanya kelainan pada jumlah gigi atau yang biasa disebut gigi supernumerary (Amita dkk., 2014).

Gigi supernumerary atau gigi berlebih adalah salah satu dari adanya kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi berdasarkan dari jumlah gigi yang seharusnya atau secara normal. Kelainan ini dapat terjadi secara tunggal atau banyak, unilateral atau bilateral baik di rahang atas maupun rahang bawah (Amita dkk., 2014).

Pada gigi sulung, kejadian gigi supernumerary disebutkan 0,3% – 0,8% dan pada gigi permanen 1,5% – 3,5%. Prevalensi gigi supernumerary pada gigi sulung lebih rendah karena tidak dilaporkan dan sering diabaikan, karena gigi supernumerary seringkali berbentuk normal (tipe tambahan), erupsi biasanya menggunakan ruang pada gigi sulung, dan muncul di tempat yang pas dan bisa di salah artikan sebagai germination dan anomali fusion (Duraisingam dkk., 2014).

Merwe dkk. (2009) menyatakan prevalensi gigi supernumerary pada periode gigi permanen yaitu dari 0,1% sampai 3,8% dan dari 0,3% sampai 0,6% terjadi pada periode gigi sulung. Pada gigi permanen, gigi supernumerary lebih banyak terjadi pada pria dibanding populasi wanita dengan perbandingan 2 : 1. Gigi supernumerary single terjadi 76 Р86% kasus, gigi supernumerary double terjadi  12,23% kasus, dan gigi supernumerary multiple kurang dari 1% kasus.

Prevalensi supernumerary dengan frekuensi yang lebih tinggi dari 3% pada ras Mongoloid. Tidak ada distribusi jenis kelamin yang signifikan pada gigi supernumerary yang terdapat di gigi sulung, namun gigi permanen pria telah terbukti lebih banyak terjadi dari pada wanita. Gigi supernumerary diperkirakan terjadi pada rahang atas 8,2 hingga 10 kali lebih sering dari pada rahang bawah, dan paling sering terjadi pada rahang atas (Duraisingam dkk., 2014).

Download PDF